Jauh di Hulu Mahakam: Kisah Perjalanan Melelahkan Warga Mahak Baru ke Samarinda
Masyarakat
Desa Mahak Baru, Kecamatan Sungai Boh, harus menempuh perjalanan panjang dan
penuh tantangan untuk mencapai Kota Samarinda. Jarak yang jauh serta
keterbatasan infrastruktur transportasi membuat perjalanan tersebut memakan
waktu hingga berhari-hari.
Untuk
menuju ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, warga terlebih dahulu harus menempuh
perjalanan darat dari Mahak Baru menuju Kilometer 122. Perjalanan ini dilakukan
menggunakan mobil dengan waktu tempuh sekitar tiga jam, melewati medan jalan
yang cukup berat dan bergantung pada kondisi cuaca.
Setelah tiba di Kilometer 122, perjalanan dilanjutkan menggunakan long boat menyusuri aliran sungai selama kurang lebih tujuh jam menuju Kecamatan Long Bagun. Transportasi sungai menjadi andalan masyarakat karena akses jalan darat yang terbatas.

Dari
Long Bagun, perjalanan masih harus dilanjutkan menggunakan kapal menuju
Samarinda dengan waktu tempuh sekitar 29 jam. Lamanya perjalanan ini
dipengaruhi oleh jarak tempuh yang sangat jauh serta kondisi arus sungai.
Total
waktu perjalanan yang bisa mencapai lebih dari satu hari tersebut menggambarkan
betapa sulitnya akses masyarakat Mahak Baru menuju pusat pemerintahan dan
perekonomian provinsi. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan aktivitas ekonomi
warga, tetapi juga berdampak pada akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan,
serta kebutuhan administrasi lainnya.
Masyarakat
berharap adanya peningkatan infrastruktur dan sarana transportasi agar
mobilitas warga dari wilayah perbatasan dapat lebih mudah, cepat, dan aman di
masa mendatang.
Baca juga:
Cahaya Kecil Yang Dinantikan
Cahaya Kecil Yang Dinantikan