Jauh di Hulu Mahakam: Kisah Perjalanan Melelahkan Warga Mahak Baru ke Samarinda

1772584348295.jpeg

Masyarakat Desa Mahak Baru, Kecamatan Sungai Boh, harus menempuh perjalanan panjang dan penuh tantangan untuk mencapai Kota Samarinda. Jarak yang jauh serta keterbatasan infrastruktur transportasi membuat perjalanan tersebut memakan waktu hingga berhari-hari.

Untuk menuju ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, warga terlebih dahulu harus menempuh perjalanan darat dari Mahak Baru menuju Kilometer 122. Perjalanan ini dilakukan menggunakan mobil dengan waktu tempuh sekitar tiga jam, melewati medan jalan yang cukup berat dan bergantung pada kondisi cuaca.

Setelah tiba di Kilometer 122, perjalanan dilanjutkan menggunakan long boat menyusuri aliran sungai selama kurang lebih tujuh jam menuju Kecamatan Long Bagun. Transportasi sungai menjadi andalan masyarakat karena akses jalan darat yang terbatas.


Dari Long Bagun, perjalanan masih harus dilanjutkan menggunakan kapal menuju Samarinda dengan waktu tempuh sekitar 29 jam. Lamanya perjalanan ini dipengaruhi oleh jarak tempuh yang sangat jauh serta kondisi arus sungai.

Total waktu perjalanan yang bisa mencapai lebih dari satu hari tersebut menggambarkan betapa sulitnya akses masyarakat Mahak Baru menuju pusat pemerintahan dan perekonomian provinsi. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan aktivitas ekonomi warga, tetapi juga berdampak pada akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, serta kebutuhan administrasi lainnya.

Masyarakat berharap adanya peningkatan infrastruktur dan sarana transportasi agar mobilitas warga dari wilayah perbatasan dapat lebih mudah, cepat, dan aman di masa mendatang.

Bagikan post ini: