Kabut Asap Karhutla Selimuti Desa Mahak Baru, UPTD Puskesmas Sungai Boh Bagikan Masker

1788243433468.jpeg
Gambar: Kabut asap di Desa Mahak Baru ( Novita Dewi Lagim ) Sumber: https://mahakbaru.desa.id/

Desa Mahak Baru, Kecamatan Sungai Boh, Kabupaten Malinau, terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kabut asap mulai dirasakan oleh masyarakat sejak Jumat, 28 Agustus 2026, dan kondisi tersebut semakin menebal sejak 30 Agustus 2026 hingga 1 September 2026. Asap tebal yang menyelimuti wilayah desa menyebabkan jarak pandang menjadi terbatas serta memengaruhi aktivitas masyarakat sehari-hari.

Kondisi tersebut turut berdampak pada kegiatan belajar mengajar di sekolah. Aktivitas sekolah dikurangi sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi udara dan untuk mengurangi paparan asap, khususnya bagi anak-anak dan tenaga pendidik. Masyarakat juga perlu membatasi kegiatan di luar ruangan, terutama ketika kondisi kabut asap semakin pekat.

Selain mengganggu aktivitas, paparan asap karhutla juga dapat berdampak terhadap kesehatan. Asap hasil pembakaran mengandung partikel dan zat yang dapat mengganggu saluran pernapasan. Keluhan yang dapat muncul antara lain ISPA, batuk, pilek, demam, tubuh terasa lemas, serta mata perih atau mengalami iritasi. Paparan dalam waktu yang lama juga dapat meningkatkan risiko gangguan terhadap kesehatan paru-paru.


Sebagai langkah pencegahan, UPTD Puskesmas Sungai Boh melakukan pembagian masker kepada masyarakat Desa Mahak Baru pada 1 September 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan warga sekaligus mengajak masyarakat untuk mengurangi paparan langsung terhadap asap, khususnya saat berada di luar rumah.


Masyarakat diharapkan menggunakan masker dengan baik dan benar ketika harus melakukan aktivitas di luar ruangan. Masker perlu digunakan hingga menutupi hidung dan mulut dengan rapat. Selain itu, warga dianjurkan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara masih dipenuhi asap serta memperbanyak minum air putih dan menjaga kondisi tubuh.

Masyarakat juga diimbau untuk memperhatikan kondisi kesehatan diri dan keluarga. Apabila mengalami keluhan seperti batuk yang terus-menerus, sesak atau kesulitan bernapas, nyeri dada, maupun kondisi kesehatan yang semakin memburuk, segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Kondisi kabut asap akibat karhutla menjadi perhatian bersama karena dampaknya tidak hanya dirasakan terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan, pendidikan, dan aktivitas masyarakat. Karena itu, diperlukan kerja sama antara masyarakat, pemerintah desa, petugas kesehatan, dan pihak terkait dalam upaya pencegahan serta penanganan karhutla.

Sebagai warga Desa Mahak Baru, harapan kita bersama agar kabut asap dapat segera berakhir sehingga udara kembali bersih dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman. Semoga anak-anak dapat kembali mengikuti kegiatan belajar dengan baik, masyarakat dapat beraktivitas tanpa terganggu oleh asap, serta upaya pencegahan karhutla dapat terus ditingkatkan demi menjaga lingkungan dan kesehatan seluruh warga Desa Mahak Baru.

Bagikan post ini: