Ungkapan Syukur atas Hasil Panen Padi Ladang di Mahak Baru
Mahak
Baru, 20 Maret 2026 Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti Balai Desa
Mahak Baru dalam perayaan syukuran panen yang dihadiri oleh seluruh masyarakat
Desa Mahak Baru dan Desa Dumu Mahak. Kegiatan ini menjadi momen penting yang
tidak hanya menandai berakhirnya musim panen, tetapi juga mempererat hubungan
sosial antarwarga.
Syukuran
panen ini merupakan tradisi turun-temurun yang terus dilestarikan sebagai
bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil ladang yang telah diperoleh. Warga
dari kedua desa turut berpartisipasi aktif dalam rangkaian acara, mulai dari
persiapan hingga pelaksanaan.
Salah satu kegiatan utama dalam acara ini adalah pembuatan lemang, makanan khas yang terbuat dari beras ketan yang dimasak dalam bambu. Lemang yang dibuat oleh masing-masing keluarga kemudian dikumpulkan di balai desa untuk dinikmati bersama. Tradisi ini mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan yang masih sangat kuat di tengah masyarakat.

Selain
itu, acara juga dimeriahkan dengan penampilan tari-tarian adat suku Dayak yang
memukau. Tarian ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sebagai upaya
pelestarian budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Tidak
kalah penting, kegiatan ini juga diisi dengan sesi penyampaian nasihat dan
arahan kepada masyarakat. Nasihat tersebut disampaikan oleh Kepala Adat Besar
Kecamatan, kepala adat dari masing-masing desa, serta kepala desa Mahak Baru
dan Dumu Mahak.
Dalam
arahannya, para tokoh adat menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan
nilai-nilai moral di tengah masyarakat. Salah satu poin penting yang
disampaikan adalah larangan keras terhadap penjualan minuman keras dan
kebiasaan mabuk-mabukan di wilayah Desa Mahak Baru dan Desa Dumu Mahak. Selain
itu, masyarakat juga diingatkan untuk mematuhi aturan dalam pengelolaan ladang
agar tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Aparat
desa turut memberikan penjelasan terkait ketentuan harga jual hasil produksi
serta tarif transportasi, guna menciptakan kestabilan ekonomi dan keadilan bagi
seluruh warga.
Kegiatan
syukuran panen ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana
edukasi dan penguatan nilai-nilai sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan
semangat kebersamaan dan kearifan lokal yang terus dijaga, diharapkan kedua
desa dapat terus berkembang secara harmonis dan sejahtera.
Acara
ditutup dengan makan bersama yang berlangsung penuh keakraban, menjadi simbol
persatuan dan rasa syukur yang mendalam dari seluruh masyarakat yang hadir.